Ya, bisa. Di proyek ini D3 memang sudah memakai USBLC6-2SC6Y dan cocok untuk port USB‑C charge‑only J3 sebagai proteksi ESD/TVS, khususnya pada VBUS.
Ringkasan data penting dari datasheet USBLC6-2SC6Y:
Aplikasi: proteksi ESD untuk antarmuka kecepatan tinggi (USB 2.0 hingga 480 Mb/s). Melindungi 2 jalur data.
Level ESD (IEC 61000-4-2): ±8 kV contact, ±15 kV air.
Kanal VBUS:
Reverse standoff (dirating) diuji pada 5.25 V (leakage 10–150 nA).
Breakdown VBR (VBUS–GND) 6 V (IR = 1 mA).
Clamping VCL: 12 V @ 1 A (8/20 µs), 17 V @ 5 A (8/20 µs).
Kapasitansi:
I/O–GND: 2.5–3.5 pF (VR = 1.65 V).
I/O–I/O: 1.2–1.7 pF (VR = 1.65 V).
Pinout: I/O1, I/O2, GND, VBUS.
Catatan penerapan pada desain Anda:
VBUS: Penempatan D3 di jalur VBUS J3 → U4 sudah tepat. VBR 6 V berada di atas rentang 5.25 V, sehingga tidak mudah “false trigger” saat 5 V normal, sesuai best practice.
CC lines: Untuk CC1/CC2, tetap pakai ESD kapasitansi sangat rendah seperti D1 dan D2. Best practice: proteksi ESD untuk jalur data/negosiasi memakai TVS bidirectional berkapasitansi di bawah 1 pF per line; pilihan Anda di CC sudah tepat.
Penempatan: Pasang komponen proteksi sedekat mungkin ke konektor J3, jalur ke GND sangat pendek dengan via langsung ke ground plane. Pertimbangkan juga elemen pembatas arus/EMI di sisi VBUS sesuai kebutuhan sistem.
Jika Anda ingin, saya bisa cek cepat koneksi pin D3 (VBUS dan GND sudah benar; I/O1/I/O2 boleh tidak dipakai bila tidak ada D+/D-) dan beri rekomendasi penataan layout di sekitar konektor USB‑C.